large image
Hindari Kekeliruan Dalam Metode Belajar Ratusan Guru SD Ikuti Workshop K-13
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-07-23 -|- 09:22:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

Sebanyak 120 guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Citangkil mengikuti Workshop Kurikulum 2013 (K-13) yang diadakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Citangkil. Workshop tersebut bertujuan memberikan pemahaman kembali kepada para guru tentang penerapan metode pengajaran K-13 di kelas, sehingga para guru tidak keliru dalam penerapan kurikulum.


Ketua K3S Kecamatan Citangkil, Maftuhi mengatakan, workshop diadakan untuk terus memperdalam pengetahuan dan mengingatkan kembali kepada guru dalam penerapan kurikulum K-13 dalam sistem pendidikan disekolahnya. Sebab, K-13 merupakan sistem pendidikan yang sempat ditunda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI). “Inikan program yang sempat tertunda selama setahun dan dilanjutkan kembali, kami mencoba untuk kembali memberikan pendalaman tentang K-13, sehingga para guru tidak salah menerapkannya kepada siswa saat belajar,” katanya kepada Banten Raya, Jumat (20/7).


Disamping memperdalam pemahaman tentang K-13, jelas Maftuhi. Workshop tersebut juga diberikan kepada para guru yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bimbingan teknis (bintek) K-13, seperti guru kelas 3, 6, Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK). “Kami juga sekalian mengadakan untuk para guru yang sebelumnya tidak pernah ikut K-13, karena sempat ditunda oleh pusat,” jelas pria yang juga menjadi Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kubang Sepat ini.


Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Citangkil, Fahrudin Afifi mengungkapkan, workshop yang diadakan tersebut diharapkan bisa mengingatkan kembali para guru untuk menerapkan kembali kurikulum K-13 lebih baik lagi. “Kami mencoba mengingatkan agar para guru tidak lupa, sehingga penerapan K-13 bisa lebih baik dan meningkat,” ungkapnya.


Fahrudin menjelaskan, Dinas Pendidikan Kota Cilegon akan terus mengupayakan mutu pendidikan yang lebih baik. Untuk itu, program workshop tersebut akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan serta kemampuan guru. “Kami akan dorong terus agar pendidikan lebih berkualitas dan kurikulum 2013 bisa berjalan secara maksimal, sehingga tidak hanya dikuasai oleh para guru yang mengajar di sekolah mantap saja. Namun, seluruh guru bisa menguasainya,” jelasnya.


 


 



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling