large image
Program Non-Akademik Juga Hasilkan Prestasi
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-11-26 -|- 11:42:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

CILEGON – Tidak semua siswa berprestasi dalam bidang akademik, kemampuan non-akademik siswa juga mampu menghasilkan prestasi.Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muhtar Gojali usai membuka acara Diklat Non-Akademik di SDN 2 Krakatau Steel (KS) Kota Cilegon, Senin (26/11).


Kata Muhtar, adanya diklat nonakademik tersebut untuk lebih memotivasi siswa berpretasi di bidang lainnya. Sebab, soal pendidikan bukan hanya soal mata pelajaran dan keilmuan, seperti matematika dan pelajaran lainnya. Ada juga bakat siswa dan guru yang bisa dikembangkan dan berprestasi.“Orang (Anak_red) itu tidak semuanya pintar dan berprestasi di mata pelajaran. Ada juga olahraga dan seni. Kami mendorongnya melalui diklat ini dengan para mentor yang profesional,” ungkap Muhtar.


Muhtar mengakui keberhasilan sejumlah siswanya dalam bidang non-akademik, seperti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional. Keberhasilan itu diantaranya sejumlah siswa bisa meraih juara tingkat nasional, seperti karate yang saat ini mewakili Indonesia ke Belgia. Ada juga juara puisi, dan menyanyi tingkat nasional."Dalam FLS2N dan O2SN ada siswa kami yang mewakili Provinsi Banten dan meraih juara, seperti puisi dan lainnya," tegasnya.


Muhtar mengatakan, keberhasilan tersebut berkat program pendidikan dan pelatihan (Diklat) non-akademik yang dilakukannya sejak 2016.“Programnya dari 3 tahun lalu, sekarang ini kami memetik hasilnya,” kata Muhtar.


Semenatara itu, Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik dan Pembangunan Karakter pada Dindik Kota Cilegon, Ahmad Rafiudin mengungkapkan, ada 3.024 siswa dan guru di Kota Cilegon yang rencananya akan dilatih kemampuan non-akademik, seperti menyanyi, puisi, cerita gambar dan lain-lain. Kegiatan tersebut juga akan digelar selama 16 hari. Harapannya siswa bisa lebih memiliki kemampuan yang baik dan guru bisa menjadi pembina atau pelatih yang memiliki kepampuan dan kualitas yang bagus.“Nantinya bergiliran untuk diklatnya, masing-masing sekolah akan diambil 1 siswa untuk satu kategori dan juga guru untuk pembinanya,” ungkap pria yang akrab disapa Didin ini.


 Didin menambahkan, untuk para mentor akan didatangkan langsung dari sejumlah pakar profesional di bidangnya. Hal itu agar kualitas diklat juga menjadi baik dan sesuai dengan target yang diharapkan. “Kami ingin ada kualitas dan bakat yang bisa terbentuk dalam diklat ini. Siswa juga akan mendapatkan pengembangan dari dasar-dasar bakat masing-masing,” imbuhnya.



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling